Wednesday, November 21, 2012

[BM] Syukur Kau Tolak Aku Kehadapan


Alhamdulillah, sepanjang perjalanan dalam hidup ini, saya diberikan peluang untuk sentiasa bergerak maju kehadapan. Daya bergerak itu pula adalah dengan bantuan daya dari sekeliling saya. Percayalah, jika bukan sebab ada yang tolak saya kehadapan, tidak mungkin mampu saya kekal bergerak maju. Apa kaitan kesan tolak dengan saya yang maju kehadapan?

Segala daya di sekeliling saya

Saya dikelilingi dengan pelbagai 'daya' (force) yang membantu saya hingga kini. Daya-daya ini sama ada:
  • Pimpin (leading)
  • Angkat (lifting)
  • Tujahan (thrusting)
  • Heret (draging)
  • Beban ke bawah (pulling down)
  • Tolak (pushing)
Maaflah jika penjelasan formula saya dari sudut fizik terlalu umum mahupun salah. Tapi benar pada saya, ianya amat membantu untuk saya terus berjalan biarpun perlahan, harapnya biarlah ke arah yang diimpikan, Insyallah.

Wednesday, November 14, 2012

[Eng] Sustaining Measures (part 3)

This one is the the continuity of the previous entries I've wrote regarding marriage issues (1st & 2nd). I'm not writing these articles to promote unmarried life for mankind, but to think how nowadays this holy matrimony has change into further despair for some of us (and I'm included). Marriage has become difficult in many ways, despite the Prophet Muhammad SAW has mentioned not to.

For those who think that I'm not married, then your guess is correct. Still, that doesn't mean that I wouldn't. Anyhow, these are my arguments whenever the topic of hindrance in marriage comes to mind.

4) Money is Everything

Some might disagree with me in this part with their own sense. I'm not saying that marriage are causing bankruptcy, nor giving hardship to sustain domestic economically. But the fact we're living in a place where money puts priority before others. Yes, rezk is from Allah, but it doesn't come served to you with any cherry-on-top. The most important thing is to work ourselves for it.

Sunday, November 4, 2012

[BM] Up-grade Kemahiran Membaca Anda

Penguasaan ilmu bermula dengan milikan kemampuan membaca. Satu proses penting dalam mana-mana tamadun manusia hingga kini yang mana, penyebaran dan pemahaman terhadap ilmu itu dengan memahami teknik membaca. Didik diri dengan mendekati budaya ini.

Tidak kira dari umur berapa sekalipun kita, mulakannya dari sekarang! Jangan sekat capaian ilmu itu dengan sekadar 'mentaati' hiburan semata-mata. Fikir sejenak, selain bacaan wajib ditempat belajar & kerja, bila lagi waktu yang diluang untuknya?

Monday, October 15, 2012

[BM] Adat Merungut

Aku merasakan diri aku berada dalam satu komuniti yang amat suka merungut. Ya, SUKA MERUNGUT. Tulisan kali ini juga hasil didikan dan propaganda yang mungkin telah lama diterapkan dalam hati serta minda dari orang-orang di sekeliling aku.

Mungkin kali ini seolah-olah berlaku kontradiksi dengan entri yang lepas. Saban tahun aku tak pernah kisah bila kawan & bukan kawan untuk berkongsi sesuatu. Sama ada cara datang itu memang dirancang, ataupun sambil-sambil ber'kedai kopi'. Cuma sini aku nak bagi tekankan terdapat banyak jurang perbezaan antara "bercerita", "perkongsian", "minta nasihat" & "merungut". Semestinya aku benci yang terakhir itu.

Thursday, October 11, 2012

[Eng] As a Muslim, What will you do?

When someone questions Existence of God then challenged part of your religion teachings, what will you do? Should you react calmly and tries to explain in a good manner or would you throw away everything that you have learn and blatantly accusing for blasphemy?

Ever since there was the social media technology present, whenever this type of issue (re)surfaces, the most common path that the commenter chose was the latter.

Quiet  recently, my email notification brought me back to my old place of debate to such matter.
This particular person whom I have made discussion (I prefer this term more than 'debate') with left me this:
I missed this part of your reply.. and "When the Judgement day come, pray that the judging is done by The God we believe in".. now, that's how all of us should think, that's how peace are made. That's what some of us have been telling the world, but some "groups" are too damn dumb to understand, and too effing self-centered to accept the reality.. I wish you well my friend. For i hope you're sincere, then this world would become a better place. As i said before, "Open your heart", and you did..


Saturday, September 29, 2012

[BM] Penguasaan Bahasa Tertier

Baru-baru ini dalam laman sosial, saya banyak mengetengahkan aspek penekanan penguasaan bahasa dalam kebanyakan komen kepada isu-isu yang berkaitan.

Antara isu yang saya ikuti adalah 'pendidikan awal menggunakan Bahasa Kebangsaan atau Bahasa Inggeris', 'Sekolah Vernakular', 'PPSMI' dan 'Bahasa Ilmu Dunia'.Memandangkan kebanyakan isu tersebut mempunyai perbahasan yang panjang lebar dan melibatkan dasar pendidikan negara, saya ketepikan dahulu perkara-perkara tersebut.

Kita cuba fokus kepada isu 'Bahasa Tertier'. Lihat situasi dalam kartun manga di bawah ini. Apakah yang boleh kita kaitkan?

Team Medical Dragon: I do not own the copyrights of the artwork


Monday, September 24, 2012

[Eng] 'The Green' Contraception (part 2)

The first two of main cause in 'contraception' by marriage has been discussed here. Shall I remind you again, my explanations regarding these methods criticizing people who disrespect this Institution.
Thus my second post this time, will revolving around the marriage life of any couple which prevent conception and expansion of their family members.

3) Loyalty of Cheater, Brings Out the Green Monster

Okay, stop picturing the thin green stuffed frog from Sesame Street. That
monster is hug-gable. Perhaps you could bring him out if you use it to cuddle when you cry. Please, not the Big Green Muscular Beast who crushes everything in his path while saying his name and what he is doing out loud. Unless that beast is what will comes out when you are angry. More over, why on earth would you use them for a method?

Tuesday, September 11, 2012

[BM] Aku Si Gagal

"Sungguh melayu pantang dicabar. Pantang lagi bila dikutuk dikeji." Ehem, dah selalu sangat dengar ayat ini, tapi, jauh-jauh boleh kot cakap macam ini, bila dekat-dekat takut juga. Sekadar intro untuk entri kali ini. Insyallah berkait dengan kejayaan kita di muka bumi Allah ini.

Siapa tak benci bila diberi gelaran yang kita tidak suka. Macam-macam gelaran boleh kita 'terima'. Hodoh, muka buruk, pemalas, sombong, dengki, lembab, kuat merajuk, katak, penguin, tikus, pendek, gemuk, boroi apa lagi nak? Tapi boleh lagi kita beri toleransi untuk sebahagian perkataan tadi, mungkin atas sebab 'menghampiri' sifat yang ada pada diri. Saya tekankan perkataan "sebahagian", biar jelas.

Bagaimana pula jika 'sifat' yang terpalit pada kita itu adalah kerana satu kegagalan yang kita hadapi?
"Woi, budak gagal"
"Ek eleh, dapat E, ko tengok aku, A siot"
"Dah terhantuk baru nak tergadah, baru padan muka kau"

Pantang sungguh bila diri digelar 'si gagal' oleh orang lain. Mau tidaknya, bukan hari-hari kita gagal. Entah-entah untuk isu itu hanya sekali sahaja kita rasai. Jadi, buat apa perlu saya hairankan kalau mendapat sekali dua kegagalan dalam mata pelajaran sebagai contoh. Adakah ianya merangkumi kegagalan diri saya sendiri dalam seluruh kehidupan?

Monday, September 10, 2012

[Eng] Marriage as 'good' contraceptive method (part 1)

We've seen that the world population has suffered from mass-media-caused dilemma downgrading the most sacred constitution in human circle of life. Whenever a family or married couples has internal problems, it will go public as matter for discussions.

From early marriages, young-old couples, polygamist even divorces becomes hot news in that damn box and paper. I'm not referring this marriage topic in a positive point of view this time. I'm criticizing the people who made marriage straying out of its norm course causing it to be a 'good' contraceptive method.

Therefore, before I start to spewing my thoughts around, remember this, according to a research: In order for any culture to maintain itself for more than 25 years, the fertility rate should be more that 2.11 children per family. If anything less, the culture will decline. Historically no culture ever reversed at rate of 1.9, while at rate 1.3 it is impossible. As an example, if two sets of parents having a child each it is equal to half number of the first generation. The next generation in the line will only be 1:4 related to their grandparents.